SEPUTAR EKONOMI ISLAM

SEPUTAR EKONOMI SYARIAH “Islamic Economics is Social science which studies the economics problems of a people imbued with the value of Islam.” (Abdul Mannan) By: EDWARN ABAZEL STYLE

Jumat, 19 September 2014



Indonesia Jadi Pasar Penting
Asuransi Syariah

Arab Saudi dan Malaysia mendominasi pasar asuransi syariah global dengan porsi 70 persen dan diperkirakan akan terus memimpin. Namun, sejumlah negara mulai menyusup masuk untuk menjadi yang terdepan, seperti Oman, Pakistan dan Indonesia. Direktur Senior Global Islamic Banking Centre Ernst & Young, Abid Shakeel, mengatakan Indonesia telah menjelma menjadi pasar penting. “Indonesia akan dapat bersaing dengan asuransi syariah di kawasan Teluk dan menduduki peringkat ketiga setelah Arab Saudi dan Malaysia,” kata Shakeel, dilansir dari Reuters, Rabu (17/9).
Menurutnya, aksi merger dan akuisisi dapat membantu pertumbuhan industri asuransi. “Jumlah akuisisi dan merger bisa meningkat, sementara regulator akan aktif mendorong sejumlah peraturan yang menjadi motor aksi merger dan akuisisi di tahun depan,” ujar Shakeel.
Ia menambahkan isu mengenai kurangnya kapasitas reasuransi syariah mulai mereda, kendati kapasitasnya di setiap perusahaan berbeda-beda. “Kapasitas reasuransi syariah mungkin bisa menjadi sebuah isu lagi jika ada percepatan risiko yang lebih besar dalam migrasi reasuransi konvensional menjadi reasuransi syariah, tapi untuk saat ini risiko terhadap pertumbuhan telah surut,” jelas Shakeel.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani, mengatakan kapasitas perusahaan asuransi Indonesia untuk menahan risiko sendiri masih belum optimal. “Perusahaan reasuransi pun belum mampu menampung limpahan risiko tersebut, sehingga aliran premi ke luar negeri besar,” tukas Firdaus.
Oleh karena itu, lanjutnya, OJK akan melanjutkan kajian terhadap upaya peningkatan kapasitas asuransi dan reasuransi, mendukung pendirian perusahaan asuransi berkapasitas besar, melaksanakan pemantauan terhadap implementasi rencana bisnis asuransi dan reasuransi, dan terhadap perusahaan asuransi yang ditengarai menyumbang defisit.
Ernst & Young memproyeksikan pangsa pasar kontribusi bruto asuransi syariah di Asia Tenggara akan mencapai 34,5 persen pada 2016, meningkat dari 21,9 persen pada 2009. Arab Saudi masih akan menjadi yang terdepan dengan pangsa pasar hampir 50 persen. Rata-rata pertumbuhan industri asuransi syariah kawasan Asia Tenggara sebesar 22 persen, dan berkontribusi sekitar sepertiga kontribusi bruto global. Di tahun ini pasar asuransi syariah Asia Tenggara diperkirakan mencapai 4,2 miliar dolar AS, naik dari tahun lalu yang sebesar 3,5 miliar dolar AS.