Luxembourg akhirnya menerbitkan sukuk perdananya sebesar 200 juta euro (254 juta dolar AS). Sukuk negara ini mengalami kelebihan permintaan lebih dari dua kali.
sukuk globalLuxembourg menjadi negara pertama berperingkat investasi AAA yang menerbitkan sukuk berdenominasi euro, dan menjadi negara minoritas non muslim keempat yang masuk ke pasar sukuk negara. Sebelumnya Inggris, Hong Kong dan Afrika Selatan telah menerbitkan sukuk di tahun ini.
Dilansir dari reuters, Rabu (1/10), Luxembourg mencatat kelebihan permintaan sukuk lebih dari 500 juta euro. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding penawaran yang masuk untuk sukuk negara Afrika Selatan dan Hong Kong. Afrika Selatan berhasil menarik permintaan hingga 2,2 miliar dolar AS dan Hong Kong mencapai 4,7 miliar dolar AS. Rendahnya jumlah permintaan yang masuk untuk sukuk Luxembourg diperkirakan karena pilihan denominasinya yang berupa euro, sementara di pasar banyak yang mencari sukuk berdenominasi dolar.
Sukuk Luxembourg bertenor lima tahun ini memiliki profit rate sebesar 0.436 persen. Investor sukuk sebagiannya adalah bank sentral dan lembaga pemerintahan. Bank mencatat porsi 40 persen. Hal tersebut menunjukkan besarnya minat perbankan syariah terhadap instrumen sukuk berperingkat tinggi.
Sementara, secara geografis 61 persen investor berasal dari Timur Tengah, 20 persen Eropa dan Asia 19 persen. Sukuk yang memperoleh peringkat Aaa dari Moody’s dan AAA dari Standard & Poor’s ini menggunakan struktur akad ijarah sale and lease back, dengan underlying aset berupa barang milik negara. Pemerintah Luxembourg menunjuk HSBC, BNP Paribas, Banque Internationale à Luxembourg dan Qinvest sebagai arranger sukuk. Baca Juga: Luxembourg Bersiap Terbitkan Sukuk Perdana
Menurut Head of Debt Capital Market QInvest, Hani Ibrahim, penerbitan sukuk negara Luxembourg menunjukkan sebuah perkembangan positif di industri sukuk karena diterbitkan oleh negara berperingkat AAA dan berdenominasi euro yang masih jarang ada di pasaran. “Penerbitan sukuk ini akan mengukuhkan posisi Luxembourg sebagai salah satu pusat keuangan syariah dan berpotensi mendorong perkembangan keuangan syariah di Eropa,” kata Ibrahim, dikutip dari islamic finance news, Rabu (1/10).
Penerbitan sukuk negara oleh Luxembourg dinilai sebagai langkah untuk menarik dana dari kawasan Teluk dan Asia Tenggara. Luxembourg sendiri berperan cukup aktif di industri keuangan syariah global, diantaranya menjadi satu-satunya regulator di Eropa yang masuk keanggotaan Islamic Financial Services Board