Tidak semua restoran China identik menyajikan menu makanan yang diragukan kehalalannya. Buktinya, Sulaiman Resto hadir dengan menu masakan Muslim China etnis Hui. Restoran yang berlokasi di Jalan Batu Ceper No. 73 Pecenongan Jakarta Pusat ini menyajikan aneka menu becita rasa lezat yang semuanya asli China.
Sulaiman Han atau Han Yuzhou, Pemilik Sulaiman Resto
Sulaiman Han atau Han Yuzhou, Pemilik Sulaiman Resto
Menu yang difavoritkan adalah mie tapanji Thiongkok. Rasanya yang gurih dan manis dengan tampilan mie agak lebar dengan potongan ayam, kentang dan praprika di atasnya.  Hmmm…menggugah selera makan.
Yang tak kalah menarik ada menu terong asam manis yang dimasak begitu lezat. Anda juga bisa menikmati nasi Xinjiang, sate kambing, tahu mapo, roti bakar gepeng, dan menu lainnya yang beragam. Semua racikan bumbu masakannya sebagian besar diimpor dari China, sehingga cita rasanya khas.
Sulaiman Han, pemilik resto ini mengatakan, meskipun sertifikasi halal MUI masih dalam proses, tetapi menu-menu yang disajikan restorannya 100 persen halal. Status sebagai restoran China Muslim, bukan berarti seluruh pengunjungnya muslim. Bahkan mereka yang non muslim pun kerap bertandang ke restoran ini. “Yang datang ke sini, pasti akan kembali lagi untuk menikmati masakan kami, “ kata Sulaiman kepada MySharing, Rabu (1/10).
Menurutnya, dengan menampilkan aneka menu halal memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen saat menyantap makanan di restorannya. “Masakan yang disajikan itu harus halal dan thoyyib,” kata pria Muslim asal daratan Tiongkok ini.
Lebih lanjut Sulaiman menegaskan, makanan halal dan thoyyib adalah dalam rangka menjaga jasmani dan rohani. Penjagaan jasmani dengan memilih yang thoyyib. Artinya, memakan makanan yang bergizi, dan mempunyai fungsi yang baik untuk kesehatan tubuh.Islam menyuruh umatnya untuk menjauhi barang yang diharamkan karena makanan yang dimakan akan mendarah daging dalam tubuh. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab doa seseorang tidak di ijabah oleh Allah SWT.
Sedangkan penjagaan ruhaniyah, kata Sulaiman, dengan memakan yang halal. Allah SWT telah mengatur semuanya, bahwa makanan yang dihalalkan itu sudah cukup bagi manusia untuk melangsungkan hidup dan menjaga kesehatan. Oleh karena itu, pilihan makanan tidak sekedar bergizi dan bermutu akan tetapi juga halal. Cara mendapatkannya pun harus dengan cara yang halal. Ini cara sehat secara Islami yang menyehatkan rohani menguatkan jasmani.
Sinergi Ibadah dan Bisnis
Sulaiman Han (42) atau Han Yuzhoa adalah pemilik PT Chinese Moslem Culinary yang mengoperasikan Sulaiman Resto. Sulaiman sendiri seorang Muslim asli dari Suku Hui di kota Xian, provinsi Shaanxi, Tiongkok. Pada 2010, ia berkunjung ke Jakarta. Karena melihat Indonesia mayoritas Muslim, ia bertekad untuk membuka restoran di Jakarta dengan semangat untuk merajut persaudaraan antara Muslim Tiongkok dengan Indonesia.
Sulaiman Han, pemilik Sulaiman Resto.foto Sulaiman Resto
Sulaiman Han, pemilik Sulaiman Resto.foto Sulaiman Resto
Sebelum membuka resto di Indonesia, Sulaiman memiliki tiga restoran di negeri asalnya. Tahun 2011, Sulaiman membuka resto bernama Sulaiman Resto di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Namun sejak April 2014, pindah ke Jalan Raya Batu Ceper masih dibilangan Jakarta Pusat.
Dalam menjalankan bisnisnya, Sulaeman juga mendakwahkan ajaran Islam di restoran miliknya. Ketika Rabu sore (1/9) MySharing mengunjungi Sulaiman Resto, suasana nyaman dan tenang dengan disambut ucapan salam pelayan perempuan berbusana khas China warna hitam merah serta berhijab.
MySharing pun dipersilahkan duduk untuk menunggu sang pemilik restoran yang sedang memberikan pengarahan kepada satu persatu karyawannya di ruang khusus. Seluas mata memandang, terlihat tulisan kaligrafi bertulisan Allah dan Muhammah yang dipajang di dinding dekat meja resepsionis.
Di dalam ruangan, pengunjung akan ditemani program dakwah Rodja TV yang dipasang di beberapa sudut restoran.Sulaiman juga membuat aturan shalat tepat waktu bagi seluruh karyawannya. Di dalam resto itu, terdapat mushala yang dapat digunakan karyawan dan pengunjung menuaikan ibadah shalat.
Jika salat Jumat tiba, Sulaiman berangkat dengan karyawannya menuju masjid terdekat dari restorannya. Resto ini pun ditutup saat shalat Jumat. Sulaiman mempersilahkan pengunjung menunggu sampai shalat Jumat selesai atau mencari restoran lain untuk makan. Sulaiman selalu mengajarkan karyawannya untuk mengutamakan ibadah kemudian pekerjaan.
Abu Bakar Chang, seniman Kaligrafi Islam Tionghoa. Foto Sulaiman Resto
Abu Bakar Chang, seniman Kaligrafi Islam Tionghoa. Foto Sulaiman Resto
Untuk menjalin silaturahmi dengan pengunjung, Sulaiman kerap mengadakan acara Islami. Pada Agustus 2014 lalu, Sulaiman mengadakan  acara “ Pembukaan Galeri Kaligrafi Islam Tionghoa” dengan mendatangkan ahli kaligrafi dari China, Abu Bakar Chang.
“Acara ini merupakan salah satu misi dari Sulaiman Resto untuk selalu memperkenalkan kebudayaan Muslim China kepada masyarakat Islam di Indonesia,” kata Sulaiman.
Menurutnya, kedatangan Abu Bakar Chang ke Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan budaya kaligrafi khas Tionghoa kepada masyarakat Indonesia. Hasil karya Abu Bakar Chang bisa dilihat di Sulaiman Resto. Ini akan menjadi galeri tetap di Sulaiman Resto.
Galeri kaligrafi Tiongkok merupakan bentuk apresiasi terhadap karya seni rupa di negara yang memiliki warisan budaya Islam. Seperti yang terlihat di setiap sudut ruangan Sulaiman Resto terpajang tulisan kaligrafi karya Abu Bakar Chang.
Ketika MySharing melihat puluhan kaligrafi tersebut, sungguh menyejukan hati begitu pun mungkin yang dirasakan pengunjung resto ini. Intinya sambil menikmati kuliner muslim China di Sulaiman Resto, Anda juga dapat melihat karya Kaligrafi seniman Abu Bakar Chang.
Selain, Pembukaan Galeri Kaligrafi Islam Tionghoa, Sulaiman Resto juga pernah menggelar acara bertajuk “ Pergaulan Budaya Islam Tionghoa dan Indonesia.” Tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan memperkenalkan budaya Islami antara dua negara.