SEPUTAR EKONOMI ISLAM

SEPUTAR EKONOMI SYARIAH “Islamic Economics is Social science which studies the economics problems of a people imbued with the value of Islam.” (Abdul Mannan) By: EDWARN ABAZEL STYLE

Sabtu, 29 November 2014

Bir Pletok Betawi Kantongi Sertifikasi Halal MUI



Bir Pletok Betawi Kantongi Sertifikasi Halal MUI
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (KF MUI),  telah menetapkan kehalalan “Bir Pletok Betawi”. Minuman ini diyakini membawa kebaikan karena terbuat dari rempah-rempah dan mengandung khasiat bagi kesehatan.
“Para ulama Komisi Fatwa MUI, sepakat menetapkan kehalalan Bir Pletok. Untuk membedakan dari jenis ‘bir’ sebagai khamar yang diharamkan, maka kami sepakat menyebutnya “Bir Pletok Betawi”, kata Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof Dr. Hasanuddin AF, MA, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Kamis (27/11).
Menurut Hasanuddin, pada mulanya MUI tidak memproses sertifikasi halal untuk produk minuman tersebut. Karena minuman ini dianggap berkonotasi atau berasosiasi semacam ‘bir’ jenis khamar, yakni kategori minuman yang diharamkan dalam Islam. Hal ini telah ditetapkan dalam Fatwa MUI No. 4 tahun 2003, tentang Standarisasi Fatwa Halal.
Namun, lanjutnya, ada sebagian warga dari masyarakat Betawi,  yang memprotes ke MUI. Mereka memberikan argumen dengan analogi, produk bakso mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Padahal, secara harafiah, ungkapan kata bakso itu sendiri mengandung arti ‘babi’ atau jenis makanan yang berasal dari babi.  Namun, karena telah menjadi bahasa yang popular, dan dalam proses sertifikasi halal dapat diketahui bahwa bakso terbuat dari bahan-bahan yang diyakni halal. “Maka produk bakso itu dinyatakan halal dengan sertifikasi halal MUI,” ujar Hasanuddin.
Berkaca pada kenyataan itu, tegasnya, maka MUI bersama LPPOM MUI kemudian melakukan pengkajian mendalam terhadap produk minuman ini. Dari hasil kajian dapat diketahui, ‘Bir Pletok’ itu adalah minuman khas masyarakat Betawi. Hampir sama dengan minuman bandrek yang dibuat dari rempah-rempah jahe dan menjadi minuman khas Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Bir Pletok ini terbuat dari campuran rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi dan serai. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang yang member warna merah bila diseduh dengan air panas. “Minuman khas Betawi ini sudah bersertifikasi halal MUI,” ungkap Hasanuddin.
Hal senada disampaikan anggota Komisi Fatwa MUI Dr. K.H. M. Hamdan Rasyid, M.A. Menurutnya, meskipun mengandung kata ‘bir’, namun secara substansi bahan dan proses pengolahan minuman ini sangat berbeda dengan minuman bir yang merupakan jenis khamar.  “Bir Pletok Betawi tidak mengandung alkohol sama sekali. Dan karena perbedaan itulah, maka dari segi hukumnya juga berbeda,” tegas Hamdan.
 Bahasa Arab ‘Al-Birr’  berarti Kebaikan
Wakil Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta, Drs. H.Imam Addaruqutni mengatakan, masyarakat Betawi terkenal dengan orientasi kultural yang Islami. Sehingga menurutnya, ungkapan kata ‘bir’ itu dari bahasa Arab yaitu “Al-Birr”, yang berarti kebaikan. Bukan ‘bir’ sejenis khamar, minuman yang diharamkan dalam Islam.
Hal ini, tegas Imam, sebagaimana diungkapkan dalam ayat yang berbunyi : “Laisal birra antawullu wujuhakum qibalal masyriki walmaghribu walaakinnal birra man aamana billaahi wal yaumil aakhiri wal malaaikati wal kitaabi wannabiyyin. Wa aatalmala ‘ala hubbihi dzawil qurba wal yataama wal masakiina wabnassabiili wassa’iliina wafirriqaab wa aqaamashalaata wa aarazzkaata wal muufuuna bi’ahdihim izaa ‘aahaduu washshaabiriina fil ba’saa’i wadldlarra i wahiinalba’si ulaaikalladziina shadaquu waulaaikum humul muttaquun”.
Artinya : “Bukanlah kebaikan itu kamu hadapkan wajahmu ke arah timur dan barat akan tetapi kebaikan itu adalah orang yang beriman kepada Allah, malakat,kitab-kitab dan nabi-nabi. Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat dekat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, peminta-minta dan hambasahaya. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menepati janji bila mreka berjanji,sabar dalan kesempitan dan penderitaan mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS.2:117).
Lebih lanjut ia menjelaskan, sehubungan dengan sikap penduduk Muslim di Madinah pada waktu itu. Mereka merasa sebagai orang-orang baik, sedangkan yang lain (non Muslim) sebagai orang-orang yang tidak baik (sesat). Untuk menyadarkan penduduk Madinah yang telah bersikap salah itu, turunlah ayat ini.
Sehingga bisa dikatakan ‘Bir Pletok’ itu merupakan minuman yang membawa hasil kepada kebaikan, karena terbuat dari rempah-rempah dan mengandung banyak khasiat bagi kesehatan. Seperti badan menjadi hangat, segar serta dapat mengobati masuk angin dan flu ringan. “Dengan hasil dari eskplorasi itu, maka para ulama MUI sepakat menetapkan kehalalan Bir Pletok Betawi ini,” pungkas Imam.